#

Haruskah Aku Bertahan Part 4 oleh Ustadz Bendri Jaisyurrahman

Post a Comment

 


Part 4

Jika pasangan kita memiliki sesuatu hal yang sekiranya dapat merusak, maka harus segera mencari solusi. Salah satu hal pertama yang dapat kita lakukan yaitu berdiskusi dengan ahlinya, misal berkonsultasi kepada psikolog ketika hal tersebut berkaitan dengan kejiwaan.

3. Setelah mendapatkan solusi, langkah berikutnya yaitu menyusun planning kedepannya. Dalam penyusunannya dimulai dengan spiritualitas tentang kekuatan dari Allah SWT sehingga tidak ada lagi kekosongan spiritualitas yang dimiliki diri kita dan pasangan. Banyak kerusakan rumah tangga terjadi bukan hanya karena pasangan yang buruk, tetapi juga karena ada campur tangan setan dan iblis. Campur tangan setan dan iblis inilah yang terkadang membuat sikap kita justru semakin membakar api amarah antar pasangan.

Misalnya pasangan sedang marah, lalu sikap kita dipenuhui oleh banyak prasangka karena bisikan campur tangan setan dan iblis. Saat itu setan memberikan bisikan di benak kita untuk bisa melakukan perlawanan. Lalu akhirnya kita membentak pasangan yang sedang marah. Sehingga kemarahan yang ada semakin bertambah parah. Padahal sebenarnya bisa jadi ada cara lain untuk bisa menyelesaikan amarah pasangan tanpa harus menambah amarah di dalamnya. Semua hal itu bisa jadi karena lemahnya spiritualitas kita.

Bisa jadi permasalahan yang timbul karena kita berada pada posisi sebagai pasangan yang lemah dan tidak bisa melindungi. Misal seorang istri yang menikah dengan seorang suami yang lemah dan tidak bisa menjaga istri dari tekanan mental lingkungan sekitar baik dari mertua ataupun ipar. Maka pada saat itulah seorang istri setidaknya mulai meningkatkan kualitas spiritual dirinya sendiri terlebih dahulu. Lalu langkah teknis selanjutnyalah yang perlu dikonsultasikan dengan para ahli.

Jika seorang suami memiliki perilaku yang buruk, maka posisikan diri kita tidak melulu sebagai korban saja. Upgrade posisi itu sehingga kita memiliki pemikiran yang terbuka bahwa bisa jadi suami yang melakukan keburukan itu adalah suami yang membutuhkan pertolongan. Suami yang melakukan kedzaliman bisa jadi merupakan hasil dari pola pendidikan yang rusak di masa kecilnya. Bisa jadi dia dibesarkan dengan kekerasan dan tidak mendapatkan asupan kasih sayang, lalu energi negative itulah yang dia berikan kepada pasangannya. Bisa jadi dia sendiri tidak menyadari bahwa apa yang dia lakukan adalah sesuatu yang tidak bisa dikendalikannya. Dia ingin berkata yang baik dan mesra, tapi ternyata yang ada di otak dan jiwanya justru hanya kalimat-kalimat sampah. Disitulah peran seorang istri dibutuhkan. Istri bisa berupaya memperbaiki untuk mencarikan solusinya. Pertimbangkan kemungkinan tentang kondisi suami yang bisa jadi selain pelaku kedzaliman kepada diri kita, ternyata dia adalah korban dari luka-luka pengasuhan di masa lalunya.

Hal ini juga berlaku ketika seorang suami memiliki istri yang gampang marah, setiap saat selalu menuntut cerai, lalu suami bersabar terus menerus. Hingga akhirnya menyadari bahwa dia tidak melakukan assessment atau ta’aruf yang mendalam. Karena memang ada orang yang ketika akan menikah hanya melihat sesuatu yang nampak saja. Baik itu penampakan wajah, sosial media, prestasi, dan lain-lainnya.

Part 1

Part 2

Part 3

Part 4


Devie
Perkenalkan, saya adalah de vie. Dalam terjemahan di google translate, de vie berarti kehidupan. Jadi, saya adalah kehidupan :D Pembaca blog ini saya sebut dengan panggilan Vie alias Viewers :) So kita samaan dong :D

Related Posts

Post a Comment