#

Belajar Sejarah Indonesia di Museum Nasional

Post a Comment

Museum dan sejarah adalah dua kata yang seolah memiliki chemistry tak terpisahkan. Mungkin sempat terbesit difikiran Anda untuk mencari tempat belajar sejarah Indonesia yang lengkap sekaligus asik.

Di sisi lain mungkin Anda juga sempat berfikir untuk melupakan sejarah? Berbicara mengenai dan melupakan dan mempelajari sejarah, ada baiknya jika Vie tidak melupakan sejarah. Bagaimanapun juga dia memiliki andil dalam kehidupan selanjutnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa sejarah terkadang membuka luka lama yang membuat sedih. Sebagaimana roda kehidupan, akan ada masa dimana emosi tadi meminta Anda untuk mempraktekkan cara mengubah suatu sedih menjadi bahagia.

Jika pelajaran dari film layangan putus  saja bisa memberikan insight yang powerful, maka film sejarah Indonesia berpotensi lebih besar untuk memberikan dampak yang lebih powerful. Dengan begitu belajar sejarah Indonesia melalui film yang membahas secara detail ini bisa menjadi media mengasikkan untuk belajar anak.

Sayangnya sampai saat ini saya belum menjumpai adanya film detail tentang sejarah di Indonesia. Tapi Vie tidak perlu khawatir tentang media belajar yang bisa membuat anak lebih antusias saat mempelajarinya. Anda bisa mengajak anak atau siapapun itu ke Museum Nasional Indonesia.

Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia menjadi tempat untuk menyimpan, merawat, mengamankan, memanfaatkan, serta melestarikan warisan budaya Indonesia. Siapapun boleh mengunjunginya, baik wisatawan lokal ataupun mancanegara.

Lokasi Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia dikenal dengan nama lain Museum Gajah berada di Jakarta. Lokasinya berdampingan dengan Monas. Museum yang berada di Jalan Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat ini memiliki ciri khas patung gajah di bagian depan bangunannya. Hal inilah yang membuatnya juga dikenal dengan sebutan Museum Gajah.

 
patung gajah


Pada bagian bawah patung gajah tersebut terdapat goresan yang bertuliskan

“HADIAH DARI YANG MULIA SOMDEJ PRAPARAMINTRAMAHA CHULALONGKORN, RAJA SIAM. DIBERIKAN KEPADA PEMERINTAH BATAVIA SEBAGAI KENANGAN ATAS KUNJUNGAN BELIAU KE KOTA INI PADA BULAN MARET 1871”


Jika ingin mengetahui lebih lengkapnya, Vie bisa mengunjungi situs resmi dari Museum Nasional Indonesia. Konon katanya, museum ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara.

Di samping Patung Gajah, Museum ini juga memiliki ikon lainnya yang cukup banyak menarik perhatian pengunjung. Ikon tersebut berupa patung pusaran air yang di dalamnya terdapat gambaran dari jiwa-jiwa para pejuang kehidupan. Ikon ini dinamakan dengan “Ku Yakin Sampai Di Sini”

ikon pusarann air museum gajah


Cara Ke Museum Nasional Indonesia

Untuk bisa sampai di lokasi Museum, Vie bisa membawa kendaraan pribadi. Selain kendaraan pribadi, Anda juga bisa memanfaatkan keberadaan Transjakarta. Museum Gajah ini terletak kurang lebih 120 meter dari Halte Monas.

Jika berangkat dari arah Ciledug atau Halte Puri Beta, Vie bisa naik Transjakarta yang awalnya ada No 13 nya. Setelah itu Anda harus transit di integrasi Halte CSW dan berpindah ke Halte ASEAN. Lalu naik Transjakarta No. 1 yang arah Kota. Setelah itu Vie harus berhenti di halte Monas.

Apabila berangkat dari arah Pulo Gadung,Vie bisa naik TJ No 2 atau 7F yang tujuan akhirnya di Central Halte Harmoni. Saat tiba di Halte Harmoni, Vie harus segera berpindah ke koridor Blok M. Kalau naik tujuan akhir Blok M, nanti Vie bisa berhenti di Monas.

Cara diatas hanya sedikit contoh untuk bisa mencapai tempat tersebut. Vie bisa menggunakan Transjakarta dengan nomor berapapun, asalkan ia melalui Monas. Dengan begitu Vie bisa berhenti di stasiun Monas. Vie hanya perlu membayar Rp 3.500,00 jika menggunakan Transjakarta untuk satu kali perjalanan.

Tiket Museum Nasional

Museum Nasional Indonesia beroperasi sejak hari Selasa sampai hari Minggu, dengan jam operasional dari 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Museum ini akan ditutup setiap Hari Besar Keagamaan sesuai SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Ketentuan operasional lainnya yaitu dilakukannya penutupan Ruang Khasanah Emas 30 menit lebih awal dari jadwal tutup Museum.Untuk harga tiket Museum Nasional bervariasi, tergantung usia dan jumlah rombongan. Sebelum lebih lanjut, perlu diperhatikan bahwa info tiket ini adalah ketetapan yang berlaku saat saya mengunjungi Museum ini, yaitu tanggal 27 Juli 2022.

Perseorangan

Bagi pengunjung yang datang secara perseorangan akan dikenakan tarif Rp 15.000,00 bagi yang sudah berusia dewasa. Sedangkan yang usianya masih masuk dalam kategori anak-anak, maka akan dikenakan tarif seharga Rp 7.500,00.

Rombongan

Apabila ingin mendapatkan harga yang lebih ekonomis, Vie bisa menggunakan alternatif kategori rombongan. Pengunjung termasuk dalam kategori rombongan jika minimal orang yang akan registrasi, minimal berjumlah 50 orang.

Dengan jumlah minimal tersebut, maka bagi pengunjung yang berusia dewasa akan dikenakan tarif Rp 10.000,00. Sedangkan bagi anak-anak akan dikenakan tarif seharga Rp 5.000,00.

Wisatawan Asing

Untuk wisatawan asing akan dikenakan tarif sebesar Rp 25.000,00 per orangnya.

Belajar Sejarah Indonesia

Museum Nasional ini terbagi menjadi 2 (dua) Gedung, yaitu Gedung A dan Gedung B. Kedua Gedung ini saling berdampingan satu sama lain.

Untuk akses ke Gedung A, Vie bisa langsung lurus terus dari pintu masuk. Namun jika ingin langsung ke Gedung B, Vie bisa ambil belok ke arah kanan dari pintu masuk.

Gedung A

Saat akan memasuki area Gedung A, Vie akan disambut dengan papan nama bertuliskan Taman Arca/Arkeologi (Archaeological Park) dan patung Ganesha. Vie juga akan menjumpai berbagai benda arkeologi lainnya seperti lingga dan yoni.
taman arca museum nasional indonesia

 
Gedung A terbagi lagi menjadi dua kategori, yaitu Nation Building (Menjadi Indonesia) dan National Heritage (Pusaka Nusantara). Ruangan kedua kategori ini saling terhubung. Jadi Anda bisa mulai menelusurinya dari pintu di sisi kanan ataupu kiri dari taman yang di dalam Gedung A.

Nation Building

Nation Building terdiri dari alam Indonesia (nature of Indonesia) dan Budaya Indonesia (Indonesian Culture).

menjadi indonesia

National Heritage

Area Pusaka Nusantara ini terdiri dari 13 galeri yang saling terhubung ruangannya. Tiga belas galeri tersebut, yaitu:

1. Galeri Peradaban Islam (Gallery of Islamic Civilization)

2. Galeri Perunggu (Bronze Gallery)

3. Galeri Prasejarah

4. Galeri Terakota (Terracota Gallery)

5. Galeri Keramik (Ceramic Gallery)

6. Galeri Tekstil (Textile Gallery)

7. Galeri Perhiasan (Jewelry Gallery)

8. Galeri Alat Musik (Musical Instrument Gallery)

9. Galeri Topeng (Mask Gallery)

10. Galeri Wayang (Puppet Gallery)

11. Galeri Senjata (Weapons Gallery)

12. Galeri Sejarah Museum Nasional (Museum National History Gallery)

13. Galeri Numismatik dan Heraldik (Numismatic and Heraldic Gallery)

tempayan kubur


galeri musik museum nasional

galeri perhiasan gedung a

galeri wayang si museum gajah

kisah di balik patung adityawarman


Gedung B

Jika pada Gedung A, Anda menelusuri berbagai benda arkeologi dengan desain bangunan horizontal. Lain halnya dengan Gedung B yang didesain vertikal dan terdiri dari 4 lantai.

1. Manusia dan Lingkungan

Lantai 1 ini membahas mengenai manusia dan lingkungan. Anda akan menjumpai replika kehidupan para pemburu beralat batu di Sangiran. Selain itu ada juga replika kuburan dan kehidupan manusia gua.

Pada area ini Anda akan diberikan beberapa uraian singkat dari berbagai benda yang terpajang. Disini Anda diberi insight bahwa keanekaragaman budaya Nusantara adalah jati diri dan kebanggaan Indonesia.

2. Galeri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Galeri ilmu pengetahuan dan teknologi ini berada di lantai 2. Disini Anda akan dikenalkan dengan teknologi yang menyangkut pengetahuan yang sifatnya teknis. Dimana sifat teknis ini mencakup tiga hal pokok yaitu manusia merancang, materi yang akan diolah, dan benda produk olahannya.

Galeri ini menampilkan beberapa hal, diantaranya yaitu:

a. Aksara dan bahasa

b. Sistem hukum di Indonesia

c. Astronomi dan Navigasi

d. Arsitektur

e. Pengobatan dan pengolahan makanan

f. Alat perlindungan

g. Alat komunikasi

h. Alat produksi

i. Ekonomi

j. Alat transportasi

3. Organisasi Sosial dan Pola Pemukiman

Lantai 3 menyajikan seputar sejaran organsasi sosial dan pola pemukiman. Anda akan dikenalkan rumah tradisional dan pola pemukiman pada masa prasejarah, danmasa Hindu – Budha.

Anda juga akan dikenalkan tentang pengaruh budaya China, Islam, dan Eropa terhadap bentuk bangunan dan pola penempatan bangunan di sekitar pusat pemerintahan.

4. Emas dan Keramik

Di lantai 4 ini pengunjung tidak diperbolehkan mengambil foto atau menggunakan kamera di dalam ruang galeri emas dan keramik. Hal ini diberlakukan untuk menjaga kualitas dari benda-benda bersajarah yang tersimpan di sana.

Di dalam ruangan tersebut tersimpan banyak keramik kuno dari berbagai dinasti. Yang mana keramik-keramik kuno tersebut ada yang ditemukan di pemukiman penduduk, dan sebagian lainnya di dapat dari dasar laut.

timbangan di museum nasional indonesia

Contoh koleksi di Gedung B

 

ImersifA Ruang Baru Imajinasi

Kini Monumen Nasional Indonesia tampil lebih fresh dengan adanya imersifA. ImersifA ini bisa Anda dapatkan dengan membayar biaya sebesar Rp 35.000,00 per orangnya. ImersifA akan menampilkan sejarah Indonesia dengan mengkombinasikan antara alam, masyarakat, sejarah, dan budaya.

Kesan dan Pesan Setelah Mengunjungi Museum Gajah

Berdasarkan hasil penjelajahan hari ini, saya lebih menyarankan Anda untuk menjelajahi Museum yang luas ini bersama partner. Kebetulan hari ini saya sendiri ke Museum dan suasananya jadi lumayan horror kalau jalan sendiri di ruangan seluas dan sesepi itu.

Dikelilingi informasi dan benda-benda pusaka saja sudah bisa membuat bulu kuduk berdiri, apalagi jika Anda menelusurinya sendirian. Bisa-bisa Anda panik dan ingin berlari pergi atau berkemih karena ketakutan.

Tapi tenang, pada Gedung B tersedia toilet untuk lantai 2 sampai dengan lantai 4. Anda juga bisa menelusuri setiap lantainya dengan menggunakan escalator dan lift. Anda hanya diperbolehkan mengambil foto menggunakan kamera untuk benda yang berada di lantai 1 sampai lantai 3. Untuk Gedung A saat ini toiletnya sedang diperbaiki.

Belajar sejarah Indonesia di Museum Nasional akan lebih efektif jika Anda datang di pagi hari. Saya mencoba menelusuri semua bagian selama 2 (dua) jam dan hasilnya hanya sempat mendokumentasikan beberapa bagian saja. Semoga uraian singkat di atas bisa memberikan gambaran saat akan mengunjunginya.
Devie
Perkenalkan, saya adalah de vie. Dalam terjemahan di google translate, de vie berarti kehidupan. Jadi, saya adalah kehidupan :D Pembaca blog ini saya sebut dengan panggilan Vie alias Viewers :) So kita samaan dong :D

Related Posts

Post a Comment