#

Langkah Awal Cara Mengatasi Trauma Psikologis yang Belum Parah

Post a Comment

 


Sumber gambar: pixabay.com

Trauma adalah hal yang wajar untuk dialami oleh siapapun dalam bentuk apapun. Trauma psikologis ini tidak hanya tentang luka pengasuhan masa kecil. Terkadang hal-hal yang dianggap lucu oleh seseorang pun bisa menjadi trauma psikologis bagi orang lain. Oleh karena itu, ketika ada yang trauma dengan sesuatu hal, maka jangan sampai membuat dia merasa tersudut.

Trauma psikologis ini juga memiliki tingkat keparahan yang bermacam-macam. Maka dari itu jika ada yang mulai merasakan perasaan trauma psikologis, maka sebaiknya segera diatasi. Cara mengatasi trauma psikologis pun bisa dengan berbagai langkah. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi trauma psikologis yang belum parah.

Paham Akan Hal yang Membuat Trauma

Trauma psikologis bukan sesuatu hal yang bisa dianggap lelucon. Sedikit banyaknya ia akan mempengaruhi psikis seseorang baik untuk jangka pendek maupun panjang. Maka hal pertama yang harus dilakukan yaitu mencari tahu mengenai hal apa yang membuatnya trauma. Seseorang harus benar-benar menggali dan paham akan hal yang membuatnya trauma.

Kesalahan seseorang dalam mengidentifikasi dan memahami akan hal yang membuatnya trauma akan mengakibatkan penangan yang tidak tepat pula nantinya. Untuk itu, pastikan untuk benar-benar mendapatkan jawaban yang tepat dan akurat agar tidak salah sasaran dalam menanganinya.

Cari Tahu Ilmunya

Segala hal di dalam kehidupan ini tentu membutuhkan ilmu ketika ingin melakukannya. Begitu pula dengan perasaan ataupun hal lainnya yang ada dalam hidup. Dalam mempelajari ilmunya pun harus mengkaji dari berbagai sumber terpercaya agar fikiran dan hati tetap berada pada jalur yang benar. Bagaimanapun juga apapun yang kita baca dan dengar akan mempengaruhi otak dan hati.

Agar lebih mudah dalam memahami sub pembahasan ini mari kita buat contoh permisalannya. Misalnya ketika seseorang yang memiliki trauma psikologis karena merasa bahwa dia ditolak oleh dambaan hatinya yang selama ini sudah dia perjuangkan secara mati-matian. Sampai-sampai dia rela mengorbankan segalanya hanya untuk dambaan hatinya.

Dari trauma psikologis untuk kasus ini maka cari tahulah ilmu yang diajarkan oleh agama ketika menyukai lawan jenis dan ilmu penunjang lainnya. Setelah mengetahui berbagai ilmu yang berkaitan dengan hal tersebut maka langkah berikutnya yaitu cobalah untuk mengevaluasi apa yang selama ini telah dilakukan berdasarkan ilmu yang sudah dipelajari

Fokuslah pada Diri Sendiri

Setelah mengetahui ilmunya dengan benar, maka seseorang seharusnya lebih berfokus untuk mengobati trauma psikologis pada dirinya sendiri. Bukannya malah sibuk mencari kesalahan orang lain ataupun mengambing hitamkan orang lain. Bukan hal yang mustahil ketika trauma itu juga merupakan campur tangan dari pihak lain.

Meskipun ada andil orang lain di dalamnya tapi bagaimanapun juga diri sendiri lebih banyak memiliki andil di dalamnya. Untuk itu fokus untuk memperbaiki diri sendiri jauh lebih disarankan daripada harus menyalahkan orang lain.

Beberapa cara berikut ini bisa dilakukan untuk mengatasi trauma dengan memfokuskan fikiran, tenaga, waktu, dan biaya pada perbaikan diri sendiri. Terlebih lagi jika trauma psikologis itu berkaitan dengan pacaran atau yang kaitannya kepada non mahram. Mari simak tiga cara berikut agar akhirnya bisa fokus untuk memperbaiki diri sendiri.

·         Lakukanlah self talk untuk menerima secara sadar mengenai trauma psikologis yang sedang dialami. Setelah bisa menerima rasa traumanya, lalu yakinkanlah kepada diri sendiri bahwa semua trauma tersebut dapat terobati dengan ilmu dan keyakinan yang telah dipelajari sebelumnya. Lakukanlah self talk ini sampai orang yang memiliki trauma psikologis itu  dapat memaafkan penyebab traumanya.

·         Buatlah drama penyembuhan yang menggambarkan trauma tersebut. Gunakanlah beberapa orang sebagai pemeran pengganti yang bisa mewakili kondisi sesungguhnya. Siapkanlah satu peran yang menjadi penyebab trauma agar melakukan permohonan maaf kepadanya. Buatlah scenario bahwa seseorang itu menerima permintaan maafnya secara lapang dada.

·         Cara berikutnya yaitu dengan mengkomunikasikannya secara langsung kepada orang-orang yang menyebabkan ataupun terlibat pada trauma psikologis tersebut. Hal ini dilakukan jika orang-orang yang bersangkutan dalam kondisi yang sekiranya dapat sesuai dengan ekspektasi. Dimana mereka mau mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada orang yang telah dibuat trauma olehnya.

Itulah tiga langkah utama yang dapat dilakukan pada cara mengatasi trauma psikologis. Yang jelas ketika trauma itu berkaitan dengan orang yang bukan mahram maka sebaiknya gunakan cara self talk ataupun drama menggunakan pemeran pengganti.

 

Devie
Perkenalkan, saya adalah de vie. Dalam terjemahan di google translate, de vie berarti kehidupan. Jadi, saya adalah kehidupan :D Pembaca blog ini saya sebut dengan panggilan Vie alias Viewers :) So kita samaan dong :D

Related Posts

Post a Comment