#

Manajemen Gadget, Emosi, dan Waktu Pada Anak

Post a Comment

 

pengaruh gadget 

SAMAKAN FREKUENSI

  1. Mayoritas anak-anak kategori balita 89% lebih menggunakan indra penglihatan, 10 % menggunakan indra pendengaran, dan 1% menggunakan indra lainnya (perabaan dan penciuman) ketika merespon kegiatan disekitar. Artinya anak-anak lebih responsive ketika melihat daripada mendengar.  Jadi ketika kita sebagai orang tua ingin menanamkan habit kepada anak-anak, kita harus mencontohkannya terlebih dahulu karena proporsi yang dia lihat lebih dominan dari pada apa yang dia dengar.
  2. Akan sulit ketika kita mendidik anak-anak untuk memanajemen bergedget yang baik tapi orang tua addicted terhadap gadget, ketika orang tua membatasi anak menonton tv sedangkan dia sering melihat ortunya menonton tv, atau anak-anak yang didik /dinasehati untuk tepat waktu atau menggunakan waktu sebaik mungkin sedangkan dia sering melihat ayah bundanya males-malesan.

 

MANAJEMEN GADGET PADA ANAK

  1. Influencer perilaku anak yaitu orang tua, siblings, inner cycle (orang yang sering bertemu dengan anak di setiap harinya), lingkungan, dan guru.
  2. Ada 2 jenis anak yaitu anak-anak digital native kids (1990 s.d saat ini) dan anak-anak digital imigran kids (1970 s.d. 1989), kedua jenis anak ini berbeda karakternya maka kegiatan yang dia lihat disekitar juga akan mempengaruhinya.
  3. Sisi baik gadget: anak-anak dapat menambah pengetahuannya, lebih tanggap dengan teknologi, gadget dalam porsi yang pas dalam melatih fungsi otak baik itu fungsi motoric, pengelihatan, dll.
  4. Sisi buruk gadget: bahaya radiasi bagi kesehatan (misal imuntias menurun) dan perkembangan anak (misal keterlambatan bicara, keterlambatan bergerak/motoric/ gangguan retina mata), anak-anak yang over doze sehingga anak susah memahami pelajaran, anak-anak mengalami hambatan psikologis ketika kecanduan gadget, dll.
  5. Family quality time tergeser ketika anggota berkumpul tapi masing-masing sibuk dengan gadgetnya. Maka orang tua harus bisa memberikan contoh untuk memanage waktu dalam bergadget yang baik dengan tidak bermain gadget saat bersama.
  6. Tips management gadget: perlihatkan pada anak bahwa kita sebagai ortu hanya bergadget untuk hal-hal bermanfaat dan serius (misal komunikasi dan urusan pekerjaan) dalam batasan waktu tertentu, sedangkan bergedget untuk keperluan rekreatif sebisa mungkin jangan di depan anak apalagi bersama anak bermain games. Terutama untuk anak-anak dibawah 5 tahun, karena mereka melihat lalu menirukan dan tidak bisa kita larang. Lakukan kesepakatan bersama untuk waktu-waktu dimana gadget harus di matikan terlebih dahulu.
  7. Pada usia 1-2 tahun no gadget karena mata anak-anak belum siap karena ada berbagai cahaya yang keluar (salah satunya blue ray) atau maksimal 1 jam/hari untuk anak usia dibawah 6 tahun (ini sudah termasuk tv dan gadget).
  1. Teknis pendampingan:

-          Durasi: No gadget  1-2 tahun, screen time (tv, laptop, gadget, dll) maksimal 2 jam untuk anak-anak . Misal anak smp >>> hari sekolah no gadget dan week days bergadget sesuai kesepakatan

-          Konten: lakukan pengawasan dengan memasukkan list rentang batas usia untuk anak dan bisa memanfaatkan aplikasi untuk mengontrol konten di gadget anak (misal: kids place, kakatu parental control, screen time parental control, appsnotifier, kid mode, dan Norton online family), kita awasi secara manual juga (misal: jangan berikan akses penuh pada kuota/wifi, cek review games tersebut untuk anak-anak atau dewasa)

-          Mengedukasi anak untuk berinternet dengan aman (misal: tidak berbicara dengan orang asing, tidak membagikan data pribadi dimanapun dan kepada siapapun, dll)

-          Membangun Self Filter pada anak (membangun akidah & batasan yg √/x pada anak)

 

MANAJEMEN EMOSI PADA ANAK

  1. Orang tua harus sudah mampu memanajemen emosi pada dirinya sendiri terlebih dahulu sehingga bisa memberikan teladan kepada anak-anaknya.
  2. Mendidik emosi anak dimulai dengan mencukupi kebutuhan emosinya sejak bayi.
  3. Pahami perkembangan emosi pada bayi. Emosi bayi bisa dipicu oleh beberapa hal yaitu bosan, lapar, tak nyaman, kesepian, dan sakit.
  4. Siklus perkembangan emosi pada bayi: new born (ekspresi nyaman & tidak nyaman) >>> 4-6 mgg (senyuman social) >>> 0-3 bln (emosi dasar seperti sedih dan gembira) >>> 3-4 bln (emosi marah dan terkejut) >>> 5-7 bln (takut) >>> 6-8 bln (malu).
  5. Memahami arti tangisan bayi dan treat kebutuhannya berdasarkan tangisan itu. Tangisan bayi disebabkan oleh beberapa hal yaitu tangisan lapar, tangisan marah, tangisan frustasi, tangisan kesakitan, dll. Jadi tidak semua tangisan bayi di treat dengan memberikan ASI.
  6. Cara kita mendampingi perkembangan emosi anak yaitu dengan pelajari – catat tumbuh kembangnya apakah sudah sesuai dengan perkembangannya – analisa kebutuhan emosi berdasarkan tangisan – treat anak sesuai kebutuhannya.
  7.  Siklus perkembangan emosi pada anak: 12-15 bln (depending feeling) >>> 2 thn (meniru reaksi emosi) >>> 2-3 thn (diagnosis aturan benar salah) >>> 4-5 thn (fase inisiatif dan baru mengenal konsep merasa bersalah) >>> 6 thn (mulai memahami konsep merasa bersalah, mood swing, confident crisis) >>> 7 thn (external focus)
  8. Faktor-faktor yang sering menjadi kendala pada siklus perkembangan emosi anak yaitu ego sentris, tantrum, kepercayaan diri yang kurang, & bullying
  9. Memberikan pemahaman kepada anak bahwa emosi adalah hal yang natural. Setelah itu ajak anak mengenal dan mengidentifikasi emosinya + cara menempatkan emosi.
  10. Treat untuk mensikapi emosi anak yaitu dengan terapi kartu emosi, terapi seni, berhitung lalu alirkan emosi, terapi dongeng, dll.
  11. Tips Ummu Balqis saat anak tantrum: hentikan aktifitas kita segera >>> ajak anak bicara >>> beri pelukan & ciuman >>> alihkan perhatian >>> ajak anak bercanda >>> jika sudah meledak, pindahkan ke tempat aman >>> temani sampai kesalnya hilang >>> sampaikan bahwa kita mencintainya dan alasan logis untuk tak tantrum lagi
  12.  Meyakinkan diri bahwa seiring waktu tantrum anak akan hilang, maka sebagai orang tua harus bersabar
  13.  Jangan emosi saat sedang meredakan emosi anak. Karena hampir sebagian besar anak mengalami tantrum.
  14. Ketika anak bisa mengatasi tantrumnya maka apresiasi keberhasilannya itu
  15. Jangan sampai anak menjadikan tantrumnya sebagai senjata untuk mendapatkan semua hal yang dia mau. Jika memang itu tidak perlu/tidak bermanfaat untuk kita turuti maka kita harus tegas dan sampaikan dengan baik. Beri pemahaman logis bahwa tantrum hanya akan membuatnya capek.

 

MANAJEMEN WAKTU PADA ANAK

  1. Orang tua harus sudah mampu memanajemen waktu pada dirinya sendiri terlebih dahulu sehingga bisa memberikan teladan kepada anak-anaknya
  2. Mengenalkan bagian-bagian hari pada anak (mengenalkan tentang pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari)
  3. Mengenalkan anak tentang rutinitas harian (missal dipagi hari ada bangun pagi, mandi, sarapan; di siang hari ada bermain, tidur siang, belajar; di malam hari ada ganti piyama, tidur, dll)
  4. Mengenalkan konsep waktu dengan durasi jam dan alokasi waktunya. Jelaskan konsep pemahaman tentang cepat, lama, lebih lama dan lebih cepat
  5. Mengenalkan konsep waktu untuk anak yang lebih kecil (Misal mengganti angka pada jam dengan gambar-gambar ilustrasi alokasi waktunya. Sehingga anak-anak terbiasa melihat jam dan anak-anak berimbang soal alokasi waktu)
  6. Memberikan afirmasi positif dengan deep talking kepada anak-anak yang sudah mulai tumbuh dewasa sedangkan dengan yang masih kecil dengan metode dongeng
  7. Mengajarkan selfcompetition agar anak bersemangat untuk berkompetisi dengan dirinya sendiri. Melatih anak untuk tepat waktu dan berlatih berkompetisi dengan dirinya sendiri. Jangan terbiasa membantu anak untuk melakukan aktivitasnya. Misal saat memakai sepatu, mandi, pakai baju, dll
  8. Kesepakatan dengan anak tentang schedule singkat (Deal a short schedule)
  9. Ortu menjadi alarm 15 menit sebelum ke agenda yang harus dilakukannya. Ini melatih anak untuk teratur dan agar anak punya jeda waktu untuk beralih aktivitas
  10. Ortu memastikan schedulenya terlaksana tepat waktu dengan mengecek 10 menit untuk schedule berikutnya
  11. Mengapresiasi anak saat berhasil memanage waktunya dan biarkan anak merencanakan harinya saat mereka sudah terlihat mulai bertanggung jawab.

 

 

Devie
Perkenalkan, saya adalah de vie. Dalam terjemahan di google translate, de vie berarti kehidupan. Jadi, saya adalah kehidupan :D Pembaca blog ini saya sebut dengan panggilan Vie alias Viewers :) So kita samaan dong :D

Related Posts

Post a Comment