#

ISLAMIC HOME EDUCATION

Post a Comment

ISLAMIC HOME EDUCATION_Teh Karina Hakman_Tugas 6_SEKOLAH IBU 3_Bengkel Diri Level 2_

 

home schooling

 

Allahua’lam bishawab

“TAK ADA SEORANG PUN YANG MAMPU MENJAMIN NASIB SESEORANG KECUALI ALLAH SWT, MAKA MINTALAH KARENA DIA YANG MENGGENGGAM TAKDIR ANAK KITA”

“KITA TIDAK PERNAH DITUNTUT MENJADI SEMPURNA, MAKA FOKUSLAH PADA SEBAIK-BAIK USAHA, SEGERA BANGKIT SETELAH GAGAL DAN ALPA.”

“USAHA KITA MEMANG SELALU TERBATAS OLEH KAPASITAS, MAKA MINTALAH PADA ALLAH YANG RAHMATNYA TANPA BATAS.”

@karinahakman

 

SAMAKAN FREKUENSI

  1. Pengajaran, tujuan utama hanya menyampaikan sesuatu
  2. Pendidikan, tujuannya selain menyampaikan juga berusaha memastikan bahwa yang disampaikan bermanfaat dan menumbuh kembangkan orang yang kita didik.
  3. Pendidikan berpusat pada keluarga, tapi bukan berarti harus home schooling. Home education ini berlaku untuk seluruh aspek-aspek pendidikan yang berpusat dirumah. Sedangkan pilihan home schooling, sekolah alam, ataupun sekolah internasional adalah bagian dari strategi pendidikan di keluarga/rumahnya.
  4. Pusat pembahasan adalah pendidikan yang berbasis pada keluarga islami dengan landasan yang Allah SWT berikan.
  5. Fokus pada bab aqidah terlebih dahulu. Output dari aqidah yaitu memiliki iman yang kokoh dan akhlak yang karimah

 

URGENSI MEMBERIKAN PENDIDIKAN AQIDAH

  1. Tujuan utama Pendidikan yaitu Aqidah Islam (QS. At-Tahrim:6).
  2. Teladan Pendidikan para Nabi
  3. Langkah awal menemukan peran dan potensi diri
  4. Energi dalam menjalankan peran dan potensi diri

Yang harus dipelajari

Tauhid, Iman, Islam, Perkara Ghaib, Rasulullah dan Nabiyullah, Taqdir, berita-berita (tentang hal-hal yang telah lalu dan yang akan datang), dasar-dasar hukum yang qath’i (pasti), seluruh dasar-dasar agama dan keyakinan, dll

Misal dengan cara: Bagaimana mengenal Allah SWT, mengenal sifat-sifat Allah SWT, menanamkan kecintaan kepada Allah, dll

 

TAHAPAN PENDIDIKAN SECARA UMUM

  1. Berlemah lembut agar terjalin ikatan kasih sayang antara kita dengan anak-anak. Skenario-skenario yang dilihat anak sebagai kemarahan, ketidak sukaan yang melampaui batas-batas kebijaksanaan mungkin nantinya menyebabkan mereka menjauh. Semakin tumbuh bisa jadi mereka lebih nyaman dengan teman-temannya karena ketidakhadiran orangtua dengan perilaku terbaik saat anak-anak membutuhkan, pada saat anak membutuhkan role model.
  2. Keteladanan dan Bi’ah shalihah (lingkungan yang baik). Kecenderungan manusia itu mengikuti yang tsiqah (dekat dan percayai) dengannya, pada saat inilah kita bisa mendidik anak melalui keteladanan. Selain itu, kita juga bisa memberi lingkungan yang baik di dalam rumah.

 

CONTOH METODE PENDIDIKAN

       Waktu dan Tenaga adalah amunisi yang harus dipersiapkan pada metode ini

  1. 0-7 tahun: keteladanan, ngobrol, baca, dan tadabbur/rihlah
  2. 7-baligh: pengajaran formal, internship/magang komunitas, pelibatan aktivitas kemasyarakatan
  3. Setelah akil baligh: kajian pekanan, kajian bulanan, komunitas shalihin/shalihat, dan berkontribusi aktif dalam berbagai ranah kebaikan

 

OUTPUT YANG DIHARAPKAN

  1. Trendsetter: Dengan akidah yang kokoh maka mereka akan memiliki izzah (gabungan antara merasa bangga, hormat, dan percaya diri dengan jati dirinya sebagai seorang muslim) yang nantinya mereka tidak mudah terpedaya trend-trend di zamannya, tapi mereka justru akan menjadi trendsetter /ruh-ruh pembaharu karena mereka minoritas namun mampu mengajak orang pada kebaikan
  2. Leader: Ketika dia sudah menjadi trendsetter maka dia akan menjadi pemimpin yang bisa menularkan nilai-nilai yang positif
  3. Profesional & Expert: Akidah menanamkan keberadaan Allah SWT yang mengawasi kita (ikhsan). Jika bab ikhsan ini sudah tertanam dalam diri kita maka nantinya akan lahir perasaan yang professional karena dia menyadari bahwa Allah SWT menyadari potensi yang ada pada dirinya. Jika potensinya tidak dioptimalkan dengan baik maka dia akan malu kepada Allah SWT, dia menyadari bahwa Allah SWT mengawasi waktunya jadi kalau ada waktu nya yang tidak dimanfaatkan dalam karya dan kebermanfaatan maka dia malu sama Allah SWT. Ketika mereka professional maka mereka akan menjadi expert di bidangnya.

TANTANGAN DAN ANTISIPASI

  1. Adanya penentangan/penolakan dari orang terdekat. Cara mengatasinya QS. Luqman: 15 >> perlakukan mereka dengan ma’ruf, komunikasi berjalan terus dan usahakan tidak mendebat. Ketika ada penentangan kita lihat skala urgensinya, lalu komunikasikan.
  2. Lingkungan pertemanan. Cara mengatasinya QS. Al-Furqan: 63 >>> menanamkan sikap rendah hati, sikap rendah hati untuk merasa bahwa dirinya belum tentu lebih baik dari rekan-rekan mereka yang tidak sejalan. Dalam berbaur bukan berarti kita harus menurunkan standar ketaatan kita, tapi kita ingin berbaur dengan karya dan kebermanfaatan yang ingin kita tebarkan. Kita masuk kedalam lingkungan majemuk/heterogen/jahiliyah, anak-anak tetap bisa menjaga kerendahan hati, meninggalkan majelis-majelis yang tidak berguna dengan tetap menjaga kehormatan dirinya dan mengucapkan  kata-kata yang mengandung keselamatan
  3. Online platform. Cara mengantisipasinya QS. Al-Kahfi: 1-2 >>> membekali mereka dengan kecintaan pada Al-Qur’an. Membaca dan merenungi ayat suci Al- Qur’an.

Catatan

  1. Dengan aqidah yang salim dan iman yang kokoh kita akan memiliki ikatan yang kuat dengan Allah SWT maka imannya tidak akan mudah tergoncang
  2. Untuk urutan pemberian materi ke anak itu fleksibel
  3. Pada usia 7 tahun anak-anak sudah diberikan pembebanan. Pada tahap ini pembelajaran mengenai aqidah lebih diuji dan mereka sudah paham antara yang baik dan tidak baik, pada saat ini mereka sedikit demi sedikit diberi tanggung jawab.
  4. Saat ini terlalu banyak distorsi sehingga yang disebut remaja justru masih dianggap anak-anak sementara dalam perspektif islam usia 7 tahun itu masuk ke usia belajar menerima beban (belajar menerima perintah sholat, puasa, menutup aurat, dll). Didalam islam tidak ada istilah remaja melainkan adanya istilah para pemuda yang sudah masuk usia baligh dituntut untuk akil (akal yang paripurna) sehingga mendapatkan pembebanan secara sempurna bukan hanya mengemban sebagai hamba Allah SWT tetapi juga kewajiban amanah peradaban (mereka mau jadi apa)

 

 

 

 

Devie
Perkenalkan, saya adalah de vie. Dalam terjemahan di google translate, de vie berarti kehidupan. Jadi, saya adalah kehidupan :D Pembaca blog ini saya sebut dengan panggilan Vie alias Viewers :) So kita samaan dong :D

Related Posts

Post a Comment