#

Mengupas Sekilas tentang Financial Planning

19 comments


Ramadhan tahun ini cukup terasa berbeda dengan adanya pandemi corona dan akhirnya membuat saya lebih memilih untuk membuka catatan-catatan saya selama di Jakarta tahun 2019 kemarin. Tahun kemarin saya sempat mengikuti sebuah acara yang membahas tentang finansial. Acara yang saya masih sangat awam, antara yakin dan tidak yakin akhirnya saya tetap mengikuti meskipun hanya diakhirnya. Acara itu sebenarnya menghadirkan banyak pembicara yang berkompeten di bidangnya tapi saya hanya sempat mengikuti 2 pembicara keren yang di hadirkan pada hari terakhir dari rangkaian acara tersebut. Saya akan menyampaikan catatan-catatan kecil yang sempat saya tulis dari 2 pemateri yaitu Kang Amsi dan Mbak Prita Ghozie. Saya akan mulai dari poin-poin yang diberikan Kang Amsi dan setelah selesai akan saya sambung ke poin-poin yanh disampaikan oleh Mbak Prita Ghozie ya teman.

1. Poin-poin penting dari Kang Amsi

a. Bahkan banyak orang yang tidak menyadari bahwa orang bisa memulai berinvestasi meskipun mereka hanya didalam sebuah sawung. 

Pada poin ini yang saya tangkap adalah mayoritas orang berfikir bahwa berinvestasi itu rumit bahkan harus punya modal besar. Padahal kenyataannya, kita tetap bisa berinvestasi dengan dana dan sumber daya yang kita miliki saat ini. Bahkan meskipun kita sedang berada di sawung atau daerah pedesaan sekalipun, kita tetap bisa berinvestasi. Bagaimana mungkin? Jawaban nya adalah mungkin, karena saat ini mayoritas kita mempunyai gadget yang terkoneksi dengan internet dimana kita menjelajah ke berbagai ruang dan waktu.

b. Kefakiran dapat menumbuhkan kekufuran.

c. Ajarkan kepada anak-anak kita bahwa kita bahwa kita bisa tidak hanya mengkonsumsi suatu produk, tetapi kita juga bisa menjadi pemilik      dari usaha yang menghasilkan produk tersebut.

d. Kenali resikonya ketika kita memutuskan untuk melakukan suatu investasi

e. Keberkahan itu ketika kita bisa berbagi dengan orang lain.

f. Tidak ada istilah main saham. Karena saham itu sejatinya adalah jual beli secara lelang. Murni jual beli dengan cara lelang.

g. Sebagai orang tua kita bisa mengajari anak-anak tentang investasi saham.

h. Semakin kita tidak terikat dengan harta, maka harta akan semakin mengikat kita.

i. Jika kita menganggap anak sebagai investasi, maka anak akan menganggap kita sebagai liabilitas. Jangan menganggap anak sebagai investasi, bilang saja kita bisa mandiri di masa tua dan tetap bisa membiayai anak-anak meskipun anak-anak bisa membiayai dirinya sendiri.

j. Anak-anak Kang Amsi berawal dari tanya tentang aktivitas yang dilakukan oleh orang tuanya lalu sebagai orang tua  Kang Amsi dan Istri menjelaskan tentang aktivitas yang dilakukannya. Lalu biarkan dan buat anak penasaran tentang saham/investasi/reksadana.

k. Ketika anak-anak mau liburan tapi belum memiliki dana, ajarkan anak untuk menabung. Saat ini kita sudah bisa menabung atas nama anak.

2. Poin-poin penting dari Mbak Prita Ghozie

a. Perempuan harus bisa merencanakan keuangan.

b. Di Indonesia banyak sandwich generation.

c. Ketika kita mempunyai suatu ilmu maka kita tidak boleh hanya menyimpan ilmu itu untuk diri sendiri.

d. Jangan pernah berkegiatan tanpa niat ibadah. Karena jika kita berkegiatan tanpa niat ibadah maka kita hanya akan mendapatkan rasa capek tapi tanpa bekal untuk akhirat.

e. Lakukan Financial Checking. Bagaimana caranya? Salah satu cara untuk melakukan Financial Checking yaitu dengan memeriksa saldo tabungan, lebih banyak dana masuk atau dana keluar? Yang perlu diingat adalah dana e-money itu berbeda dengan tabungan.

f. Lakukan pengalokasian dana. Alokasi dana untuk apa sajakah  yang sebaiknya kita rencanakan? Alokasi dana ini sebaiknya di pos-pos kan untuk zakat, asuransi, present consumption, future dipending, dan investment.

g. Yang perlu dilakukan sebelum melakukan Financial Planning yaitu menetapkan mimpi >>> menghitung kebutuhan >>> menyusun strategi >>> memahami dan memilih produk keuangan >>>mengimplementasikan >>> memonitor.

h. Ada 5 hal yang harus dijaga yaitu menjaga keimanan, kehidupan, akal (belajar terus karena ilmu terus berkembang), keturunan (kalau punya anak berarti bertanggung jawab atas anaknya), dan harta.

i. Rezeki tidak pernah tertukar. Namun manusia bisa salah mengelola rezeki.

j. Inflasi itu nyata, lalu ikhtiarnya bisa dengan pasar modal.

k. Rasa takut itu timbul karena kita tidak tahu ilmunya.

l. 7 pos pengeluaran itu tergantung profil personal dan lebih mudah ke saving 30%, living  60%, playing 20%. Ketika ingin berubah dari berpenghasilan ke tidak berpenghasilan maka minimal ada dana darurat minimal 6 x pengeluaran bulanan. Lalu ketika kita memilih menjadi wirausaha harus kreatif maka tidak boleh pusing memikirkan uang.

m. Cara keluar dari sandwich generation yaitu menjalani sandwich generation itu dengan ikhlas, syukur, komunikasi dengan anggota keluarga lain, kita sendiri menyiapkan diri untuk tidak menciptakan sandwich generation, kalau orang tua belum memiliki BPJS maka sebaiknya buatkan BPJS karena dana kesehatan ini akan sangat menguras keuangan kita.

n. Prioritas Financial Planning untuk Maha yaitu lulus agar kerja nanti bisa maksimal. Menikah itu murah, yang mahal adalah pestanya maka persiapkan dana menikah.

o. Lebih baik untuk melunasi hutang terlebih dahulu, setelah itu lalu melakukan investasi. Kalau kita masih ada KPR. Maka harus bermanfaat untuk bisa cepat-cepat dilunasi. Untuk melunasinya kita bisa lakukan dengan cara memotong dari pengeluaran kita sehingga setelah itu kita bisa melakukan investasi keuangan.

p. Cara sandwich generation menghitung pos keuangan setelah dibagi ke pos saving 30%, living 60%, playing 20% yaitu dengan menerapkan kebutuhan orang tua dari 50% living kita dan kebutuhan kita juga dari 50% living kita.



Semoga bermanfaat 😊
Devie
Perkenalkan, saya adalah de vie. Dalam terjemahan di google translate, de vie berarti kehidupan. Jadi, saya adalah kehidupan :D Pembaca blog ini saya sebut dengan panggilan Vie alias Viewers :) So kita samaan dong :D

Related Posts

19 comments

  1. Pembahasan seputar keuangan selalu menarik, mba.. masih banyak sekali PR untuk menata keuangan.
    Mba, bisakaj dijelaskan apa itu sandwich generation? Kenapa disebut demikian? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau tidak salah, memiliki tanggungan financial ke orang tua juga dan ke anak anak. Jadi, menghidupi orang tua, istri, anak-anak, seperti terhimpit atas bawah, makannya disebut sandwich generation

      Delete
    2. Iya sepemahaman saya juga seperti ini Mba

      Delete
  2. Aku ga paham yang poin h mba. Terikat dan di ikat itu maksudnya apa ya.

    Penting banget emang ya perencanaan keuangan kalau ngga bisa berantakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sepemahaman saya, maksudnya semakin terikat dengan uang itu berarti kita hanya memikirkan dunia dan cara mendapatkan uang yang banyak. Tapi ketika kita mengejar akhirat + dunia nanti dunia (uang) yang makin mengejar kita 😊

      Delete
  3. Iya setuju aku, cara menghilangkan budaya sandwich generation dgn ikhlas dan syukur... Lakukan tanpa beban, anggap bentuk bakti pd orang tua, insya Allah Ada jln... Nice sharing mb😊

    ReplyDelete
  4. Makasih ilmunya Mbak. Mesti baca ulang biar paham dan biar bisa menerapkan dlm keseharian. makasih ya Mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf ya Mba, aku ga bisa jelasin detailnya

      Delete
  5. Jazakillah ilmunya mba, insyaAllah semoga kita bukan termasuk orang yang fakir lagi kufur. Aamiin.

    ReplyDelete
  6. Terima kasih resume nya mba.sangat bermanfaat niii.. :)

    ReplyDelete
  7. beberapa hari belakangan aku banyak baca istilah sandwich generation tapi belom paham :((

    ReplyDelete
  8. Apa cuma aku yg baru tau soal sandwich generation ya?😆 padahal dah follow of mba prita gozhie dari lama 🙈

    ReplyDelete
  9. peer yg lumayan menguras klo soal keuangan...want n need ttp jd dua hal yg tarik menarik dalam keseharian...hehehe

    ReplyDelete
  10. Menurut aku sandwich generation ini udah ada dr jaman jaman diatas kita, terutama di Indonesia, yang mana mengurus orang tua disaat sudah usia lanjut memang merupakan kewajiban kita, terlebih secara financial. Hanya sekedar istilah supaya generasi masa kini lebih prepare untuk menyiapkan masa depan, jadi tidak bergantung secara financial kepada anak. Tapi kalau pun pada akhirnya harus, ya gak masalah, anggap saja bentuk bakti kita, seperti sebuah hadist yang mengatakan, harta anak adalah harta orang tua. Jadi, aku sebenernya gak terlalu setuju dengan istilah sandwich generation, gak sesuai dengan konsep islam. :D

    ReplyDelete
  11. Thanks for sharing mba, cuma mungkin akan lebih mudah dipahami kalau ada penjelasan singkat untuk setiap poinnya ya hehe

    ReplyDelete
  12. Wah bisa belajar nih dari poin-poin penting finansial dari Kang Amsi dan Mbak Prita Ghozie ini.. Terimakasih sudah share di sini yaa

    ReplyDelete
  13. terima kasih rangkumannya sangat informatif 💕

    ReplyDelete
  14. Selalu semangat kalau bahas financial planning. Tp penerapannya yg masih belum oke. Nice info mbak.

    ReplyDelete
  15. Aku juga banyak belajar financial selama WFH ini mba. Dan Maret kemarin aku udah buka RDN juga buat nabung saham

    ReplyDelete

Post a Comment