#

Tips Menjalankan Puasa di Rumah Saja Agar Lebih Berfaedah

Post a Comment

 

Sumber gambar: pixabay.com

Puasa di rumah saja terkadang membuat seseorang menjadi penat karena sepanjang hari hanya ia habiskan di dalam lingkungan rumah saja. Bahkan tidak jarang banyak pula yang menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan di dalam kamar bersama gadget untuk bermain sosmed.

Padahal jika kita mengingat tentang ajal, sebenarnya tidak ada yang pernah tahu berapa lama lagi sisa waktu yang dimiliki di dunia ini. Keterbatasan waktu yang dimiliki seseorang selama hidup di dunia inilah yang seharusnya menjadi pengingat agar bisa memanfaatkan waktunya dengan sebaik mungkin.

Sayangnya budaya yang tercipta karena pembiasaan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat ini menjadikan seseorang menjadi lalai akan hal tersebut. Agar tidak terlalaikan dari hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim, maka tips berikut ini bisa dicoba untuk menciptakan puasa yang lebih berfaedah meski hanya di rumah saja.

Menjadi Pribadi Berdaya

Tips pertama dalam menjalankan puasa di rumah saja yaitu dengan menjadi pribadi yang berdaya. Seorang pribadi yang berdaya akan mengenal jati dirinya. Orang yang mengenal jati dirinya akan selalu membuat keputusan secara sadar.

Ketika keputusan yang dibuat tadi berdasarkan kesadaran penuh, sudah pasti hal tersebut juga berdasar pertimbangan logika dan perasaan yang berimbang. Sehingga sebelum bertindak atau mengucapkan sesuatu itu sudah berdasarkan filter fikiran dan hati yang matang.

Jadi ketika keputusan akhir membuatnya harus bertindak sabar sekalipun itu karena ia sadar mengapa harus dan perlu melakukan hal tersebut. Seseorang yang berdaya tidak meletakkan harapannya kepada makhluk, karena ia hanya berharap kepada Allah SWT.

Seandainya ada hal yang tidak berjalan seperti ekspektasinya pun ia tidak akan menyalahkan siapapun atau larut dalam kekecewaan dan keterpurukan. Ia justru akan segera bangkit dan menyadari bahwa yang perlu dilakukannya adalah mengubah strategi untuk mencapai tujuannya.

Membuat dan Menjalankan To Do List Harian

Setiap hari kita diberi jatah waktu yang sama, yaitu 24 jam per harinya.  Dengan jatah waktu yang sama seharusnya kita tidak perlu iri dengan pencapaian orang lain yang lebih baik dari kita. Justru kita seharusnya menjadikan hal tersebut sebagai motivasi agar lebih baik dari pribadi kita sebelumnya.

Agar waktu yang dimiliki menjadi lebih berfaedah, maka kita perlu membuat daftar aktivitas yang akan dilakukan pada hari esok. Buatlah daftar aktivitas yang sekiranya mampu dilakukan selama seharian itu. Berikan pula batasan atau durasi waktu yang logis untuk menyelesaikannya.

Jika durasi waktu yang diberikan ternyata masih belum cukup untuk menyelesaikannya, maka lakukanlah cut off pada aktivitas tersebut sesuai jadwal yang telah dibuat. Tapi lanjutkanlah dengan aktivitas selanjutnya yang telah direncanakan. Aktivitas sebelumnya memang tidak selesai saat itu juga.

Namun jika hanya berfokus untuk menyelesaikan hal itu, maka kemungkinan besar aktivitas lainnya pun akan ikut terbengkalai. Aktivitias-aktivitas yang sekiranya belum bisa diselesaikan pada waktu itu bisa dilanjutkan kembali ketika ada sisa waktu luang ketika melakukan agenda berikutnya.

Kenapa harus cut off? Karena jika tidak dilakukan cut off maka diri akan merasa jenuh dan terbebani oleh daftar aktivitas saa ini maupun agenda lainnya yang sudah menunggu untuk dikerjakan. Saat itu pula rasa cemas, khawatir, dan panik akan menghantui. Alhasil aktivitas yang sedang dilakukan pun tidak optimal.

Untuk mengatasinya, ia bisa menyederhanakan aktivitas yang akan dilakukannya untuk meminimalisir cut off karena tidak sesuai dengan durasi waktu yang diberikan. Menyederhanakan yang dimaksud disini yaitu berfikir bahwa suatu aktivitas itu sebenarnya hanya membutuhkan waktu sedikit sehingga tidak perlu melakukannya dalam jangka waktu yang lama.

Dengan menyederhanakan suatu aktivitas maka otak akan lebih termotivasi untuk segera menyelesaikannya. Penyederhanaan ini juga bisa diterapkan dengan memangkas hal-hal yang tidak diperlukan dalam sebuah agenda.

Dua tips ini agaknya sudah cukup untuk bisa menjalankan puasa yang lebih berfaedah meskipun hanya di rumah saja. Tentunya hal ini akan menjadi bermanfaat bagi seseorang jika dipraktekan dengan baik dan benar. 

Devie
Perkenalkan, saya adalah de vie. Dalam terjemahan di google translate, de vie berarti kehidupan. Jadi, saya adalah kehidupan :D Pembaca blog ini saya sebut dengan panggilan Vie alias Viewers :) So kita samaan dong :D

Related Posts

Post a Comment