#

Izinkan Aku Curhat QnA Ustadz Bendri Jaisyurrahman Part 3

Post a Comment

 


Part 3

Q: Ketika seorang anak melihat pertengkaran orang tua yang disertai dengan kekerasan fisik dan verba, maka apakah wajar jika si anak membenci pihak orang tua yang disakiti?

A: Pahami hal ini agar tahu hal yang seharusnya dilakukan si anak kepada orang tuanya.

1. Apakah kebencian itu bermanfaat? Menurut para ulama, sejatinya kebencian adalah racun yang hendak diberikan oleh seseorang kepada orang lain tapi justru diri sendirilah yang meminumnya. Suatu kebencian yang dipelihara sebetulnya malah membuat seseorang sakit.

2. Ketika anak membenci orang tuanya maka ini berbicara mengenai bab birulwalidain. Yang mana bab birulwalidain berarti bahwa berbuat baik kepada orang tua adalah suatu kewajiban yang memang tidak mengenal prinsip balas jasa. Jangan sampai berfikir ketika ayahnya baik maka anak baik dan jika si ayah tidak baik maka si anak tidak mau berbuat baik pada ayahnya. Karena pada dasarnya berbuat baik kepada orang tua adalah kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT. Sejahat-jahatnya orang tua, maka si anak harus tetap berbuat baik kepada keduanya Sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim yang tetap berbuat baik dan menghormati orang tuanya. Meskipun orang tuanya kafir, tapi Allah SWT tidak mengizinkan Nabi Ibrahim untuk tidak mempergauli dengan cara yang ma’ruf.

3. Membela orang yang tersakiti itu penting, disamping itu juga gunakanlah dalil yang mengungkapkan agar menolong orang terdekatmu yang berbuat dzolim dan yang di dzolimi. Cara menolong orang yang berbuat dzolim yaitu dengan mencari tahu apakah kedzoliman yang diperbuatnya adalah hal yang dinikmatinya? Sesungguhnya, tidak ada satupun orang yang menikmati perbuatan dzolimnya. Bisa jadi sikapnya berbuat dzolim ini didorong oleh perilaku yang belum bisa dia ubah. Sebagian besar orang yang melakukan kedzoliman adalah korban dari pola asuh orang tuanya saat dia masih kecil. Sehingga ada luka jiwa yang berdampak keberbagai hal dalam hidupnya. Misalnya, orang tua yang saat kecil dipukuli oleh orang tuanya saat ia masih kecil terekam dalam otaknya akan perilaku menyerang itu dan dia lakukan kepada orang lain. Oleh karena itu, cobalah memandang dari sisi yang lain. Pahamilah ketika seseorang berbuat jahat maka penting bagi kita untuk menghentikan kejahatannya. Cara untuk mengatasinya yaitu bukalah kesempatan kepada orang yang berbuat dzolim itu agar bisa bercerita kepada kita. Jika kemudian dia merasa butuh pertolongan maka kita bisa menawarkan professional yang berkompeten di bidangnyaagar bisa membantunya.

 

Q: Apa yang harus dilakukan oleh seorang istrisaat suami belum menunaikan nafkah batinnya padahal sudah satu tahun menikah? Disamping itu suami lebih bersyahwat pada video porno homo dan dia juga sangat suka memakai skincare perempuan. Apakah saya berdosa jika berfikir untuk bercerai? Karena saya sudah tidak ingin dekat dan juga tidak ingin kasar kepadanya

A: Memang suatu musibah ketika seorang perempuan dinikahi oleh seorang laki-laki yang menyukia sesame jenis hanya karena dia ingin beralibi dengan menutupi kondisinya yang sesungguhnya. Homo terbagi menjadi dua yaitu homo ideologis dan homo tragis. Homo ideologis ini ditandai dengan adanya kebencian yang mengakar pada dirinya terkait agama dan aspek lainnya. Homo tragis yaitu perilaku homo yang mana disisi lain dia masih memiliki Nurani. Meskipun masih memiliki Nurani, dia masih belum bisa berlepas diri dari apa yang selama ini dilakukannya. Terlebih lagi dia juga merasa menikmatinya dan tidak ada solusi untuk membantunya. Jika si lelaki tadi masuk kategori homo ideologis, maka mungkin ada baiknya untuk meninggalkannya. Namun jika dia termasuk dalam kategori homo tragis dan sebagai seorang istri mau membantu dan mendapatkan pahala besar maka bantulah ia untuk kembali ke jalan yang benar dan merubahnya menjadi lebih baik. Secara tidak sadar, setelah seorang laki-laki menikahi perempuan maka ada hikmah pernikahan didalamnya. Untuk itu ketika terjadi persoalan seperti yang disampaikan, maka ambillah hikmah takdirnya. Bisa jadi Allah SWT sedang membuat pintu surga khusus untuk si istri. Bukankah Allah SWT Maha Mengetahui? Bisa jadi puasa dan sholat si istri belum cukup untuk membuatnya masuk surga, maka dari itu Allah persiapkan pintu surga khusus untuk si istri melalui pintu kesabaran. Meskipun cerai itu diperbolehkan, tapi jangan langsung mengambil pilihan tersebut sebelum kita berusaha. Berdasarkan pengalaman yang pernah ada, seorang istri justru bisa menjadi si penterapi utama bagi seorang suami yang termasuk gay. Hal pertama yang bisa dilakukan yaitu membuka hati kita dan menanyakan pada suami apakah dia nyaman dengan perilakunya itu. Kebanyakan dari mereka yang masih mempunyai hati nurani maka akan merasa tidak nyaman dengan hal tersebut. Sayangnya mereka akan berfikir bahwa dia tidak bisa berubah menjadi baik. Untuk itu, sebagai seorang istri sebaiknya bisa meyakinkan suaminya bahwa dia masih bisa berubah.

 

Q: Bagaimana cara mensikapi seorang suami yang memiliki tempramen tinggi, suka berzina dengan istri dan perempuan kerjanya. Selain itu si suami juga tidak mau menceraikan karena dia meminta istrinya yang melakukan gugatan cerai agar dia terhindar dari membayar nafkah.

A: Sebelum memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan, maka seorang istri sebaiknya mengecek kondisinya. Hal ini dilakukan agar si istri memahami apakah dia berada pada kondisi lemah yang membuatnya tidak sanggup lagi bersamanya karena kerusakan karakter pasangannya. Disamping itu, jika si suami juga tidak ada keinginan untuk berubah maka islam memberikan kesempatan kepada seorang istri untuk melakukan gugatan cerai. Akan tetapi jika istri melihat suami yang melakukan hal-hal tersebut karena dia dalam kondisi “sakit”. Maksud dari sakit disini adalah orang-orang yang melakukan kemaksiatan itu karena dia memiliki luka jiwa. Luka jiwa itu bisa saja karena dia butuh kasih sayang, tidak pernah mendapat penghargaan, tidak pernah mendapatkan kelekatan, dan tidak pernah mendapat apresiasi. Orang-orang yang seperti itu biasanya dia adalah skin-hunger dimana pada masa kecilnya dia tidak atau kurang mendapatkan sentuhan maupun pelukan dari orang tuanya. Mereka akan cenderung tumbuh menjadi orang yang pelit, pemarah, dan pendendam. Jika si istri menelusuri pola asuh suaminya kemudian menemukan fakta bahwa dia mengalami kekecewaan dari orang tuanya, ditinggalkan, dan dilukai, maka seorang istri yang berempati bisa membantu suami untuk memperbaiki dirinya tanpa memandang untung dan rugi. Ketika akan memutuskan untuk membantu memperbaikinya, maka seorang istri harus membersihkan dirinya dari kepentingan-kepentingan lain. Membersihkan diri dari kepentingan lain ini juga berarti bahwa aka nada kemungkinan bahwa kepentingan diri sendiri pun ada yang terabaikan.

Part 1

Part 2

Devie
Perkenalkan, saya adalah de vie. Dalam terjemahan di google translate, de vie berarti kehidupan. Jadi, saya adalah kehidupan :D Pembaca blog ini saya sebut dengan panggilan Vie alias Viewers :) So kita samaan dong :D

Related Posts

Post a Comment